Minggu, 12 Juni 2011

Perspektif Global

Keempatnya merupakan tulang punggung yang menghamba pada modernitas dan darinya proses transformasi sosial masyarakat bekerja. Dalam konteks perbincangan kali ini, kapitalisme kiranya menjadi sistem yang berkait-erat dengan proses berjalin-kelindanya modal. Kapitalisme membawa dunia pada sistem perekonomian yang tunduk pada norma serta aturan pasar. Terobosan kapitalisme adalah membentuk sistem pasar yang hegemonik dimana kekuasaan privat juga memiliki kemampuan untuk mencipta pengaruh pada kawasan publik. Mengapa kekuatan kapitalisme bisa sejauh itu dampaknya? Adam Smith adalah peletak dasar pemikiran kapitalisme yang menjelaskan bekerjanya mekanisme hukum pasar atas dasar dorongan kepentingan-kepentingan pribadi karena kompetisi dan kekuatan individualisme dalam menciptakan keteraturan ekonomi. Melaluinya, kapitalisme melakukan klasifikasi antara nilai guna dengan nilai tukar yang ada pada setiap komoditi. Ukuran riil dari nilai tukar komoditi, harus dilihat dari kondisi pertukaran, dimana 'ukuran riil' dari nilai komoditi adalah kuantitas dari kerja yang berada dalam barang-barang lain yang dapat dipertukarkan di pasar. Tokoh berikutnya yang penting adalah David Ricardo, yang melakukan kritik terhadap Adam Smith, terutama yang berkaitan dengan nilai komoditi. Menurutnya, nilai komoditi terdapat pada kerja manusia berikut bahan-bahan mentah dan alat-alat kerja. Ricardo menemukan bahwa komoditi yang dijual pada harganya, kira-kira akan setara dengan jumlah kerja yang diperlukan untuk memproduksinnya. Asumsinya satu-satunya nilai tukar, berawal dari jumlah kerja yang digunakan untuk memproduksi, Karenanya dari Ricardo-lah sifat parasit dari seluruh pendapatan yang tidak diperoleh dari kerja terbongkar, sebab darinya, kelak akan ditemukan apa yang dinamai dengan nilai lebih dan kerja lebih.
Pertama krisis terjadi karena kebijakan makro yang diterapkan sehingga krisis dipandang dalam konteks balance of payment (depresiasi uang, jatuhnya nilai tukar) kedua financial panic yakni kepanikan nasabah Bank, ketiga Bubble Colaps atau model balon mengempis karena prilaku para spekulator, keempat moral hazarrd cyrisis terhadap institusi perbankan dan terakhir disoderly workout yakni kekacauan terjadi ketika peminjam tidak lancer memprovokasi kreditor untuk berlomba dan memaksa likuiditas. Itu sebabnya kehadiran IMF menjadi diperlukan terutama ketika banyak Negara tidak mampu membayar hutangnya kembali. Semula Meksiko yang gagal membayar hutangnya yang jatuh tempo pada tahun 1982. IMF, pada saat Meksiko mengalami masalah, diperlukan untuk membantu menyelamatkan neraca pembayaran dan mengatur perundingan restrukturisasi utang dengan kalangan Perbankan International. Perannyamenjadi kian penting saat Asia memasuki krisis terberatnya pada dekade 1997 dimana IMF mencoba ikut memecahkan. Salah satu program IMF yang populer dinamakan dengan SAP {Structural Adjusment Program) yang didasarkan atas keyakinan bahwa sector swasta lebih efektif, dinamis dan bereaksi lebih baik terhadap ekonomi pasar daripada. Sektor pemerintah. Karenanya IMF selalu mendorong setiap negara untuk berintegrasi dalam pasar dunia melalui beberapa kebijakan, diantaranya9: pertama menurunkan nilai tukar mata uangnya agar lebih kompetitif, kedua mengurangi hambatan-hambatan perdagangan sehingga mendorong industri lokal lebih kompetitif dalam menghadapi produk impor yang lebih murah, ketiga memberikan insentif ekspor seperti keringanan pajak dan subsidi keuangan, keempat merangsang investasi asing dengan menciptakan wilayah perdagangan bebas atau memberikan pembebasan pajak. Di samping sejumlah program ini juga ada sejumlah bantuan yang berada di bawah program-program IMF yang tetap konsisten dengan paradigma utamanya, yakni mencebur dalam mekanisme pasar bebas.
Peran IMF yang terpenting adalah melakukan liberalisasi finansial dan ini sepenuhnya mendapat dukungan penuh Amerika. Bill Clinton yang menetapkan ekonomi sebagai fokus kebijakan luar negerinya membentuk Dewan Ekonomi Nasional yang kedudukannya setara dengan Dewan Keamanan. Liberalisasi Finansial yang dipaksakan pada semua negara tentu memiliki efek yang membahayakan. Apalagi ketika kebijakan Liberalisasi Keuangan ini mendapat dukungan besar dari NATO, yang memiliki tujuan untuk menyebar-luaskan keamanan dan stabilitas yang dinikmati Eropa Barat sejak Perang Dunia II ke Eropa Tengah dan Timur. Penyebarluasan tersebut akan menciptakan prospek yang bagus untuk menarik investasi. Bahkan Cohen menyatakan, strategi pemerintah untuk menentang “kekerasan dan instabilitas-instabilitas yang membahayakan nyawa manusia dan pasar”.10 Tentu kebijakan ini sudah tentu akan membawa dampak yang muram, terutama ketika dikaitkan dengan pendapat yang dikemukakan pertama kali oleh, John Maynard Keynes. Dikatakan, liberalisasi kapital akan merampas kemampuan negara untuk melaksanakan kebijakan ekonomi yang independen. Keynes selalu menganggap pasar itu sesungguhnya bersifat irasional. Tetapi, nampaknya Amerika bersikukuh untuk tetap menyakini akan liberalisasi pasar. Dalam laporan sub-komite senat dikatakan, teologi yang menggerakkan sistem ini adalah keyakinan tak tergoyahkan terhadap pergerakan modal bebas tanpa batasan atau regulasi. Tujuan kebijakan AS adalah untuk memastikan keamanan dan mobilitas modal. Sebuah keyakinan yang mesin utamanya adalah IMF dan kekuasaan otoriter ini tentu memiliki, sejumlah kelemahan-kelemahan serius. Tentu ada sejumlah kelemahan-kelemahan yang ada dalam IMF saat menjalankan programnya. Kritikan utama yang selalu muncul adalah cara kerja IMF yang sangat tertutup dan andaikan ada informasi maka itupun informasi yang sangat sepele. Kritik lain adalah tidak adanya akuntabilitas dan evaluasi terhadap sejumlah program IMF. Apalagi IMF selalu mengaku sebagai lembaga antar pemerintah sehingga tidak merasa perlu bertanggung jawab kepada publik. Akuntabilitas dan evaluasi tidak terjadi karena IMF selalu menghindar berurusan dengan wakil pemerintah dari kalangan yang lebih luas, dengan berdalih pada artikel V statuta-nya, yang menyatakan bahwa kementrian keuangan dan para pejabat Bank Sentral adalah pihak yang memiliki hubungan langsung dengan IMF. Di sisi lain pendekatan IMF terhadap persoalan tenaga kerja benar-benar mengacu pada pasar, fleksibilitas tenaga kerja akan memberi rangsangan bagi bisnis dan penanaman modal yang pasti akan mendorong kenaikan upah maupun perubahan iklim kerja jika negara terus berkembang. Dampak pendekatan ini yang menyolok adalah melejitnya angka pengangguran. Selain itu juga yang tak kalah hebohnya, perhatian IMF pada perdagangan bebas dan pertumbuhan ekonomi yang mengandalkan ekspor telah 'berhasil' merusak lingkungan. Mengingat sejumlah kelemahan-kelemahan diatas itu pulalah maka ada kritik bahkan tuntutan untuk membubarkan saja institusi ini.
Dengan mempertimbangkan itu semua, kiranya ada fungsi dan mandat yang bias dilakukan oleh LDK (Lembaga Dakwah Kampus). Pertama yang teramat penting adalah mendorong kesadaran kritis mengenai apa itu kapitalisme. LDK harus mampu untuk menjelaskan dalam bahasa yang komunikatif pada publik mengenai apa itu kapitalisme, mengingat ancaman yang dibawanya sekaligus korban yang berjatuhan akibat penerapan ideologi ini. Kalau perlu 'motif’ penghancuran dari sistem ekonomi yang kapitalistik ini dibaca dalam konteks semangat moral. Tujuannya sederhana, agar persoalan kapitalisme ini tidak melulu dihadapi sebagai soal ekonomi melainkan juga pada tataran nilai. Kedua tak kalah pentingnya adalah mulai merintis jaringan bukan lagi berdasarkan atas 'kesamaan iman' saja melainkan juga atas basis kesamaan pada persoalan sosial. LDK perlu lebih mengintensifkan hubungan dengan berbagai kekuatan anti kapitalisme yang mungkin dapat menyediakan sejumlah data, informasi bahkan wacana mengenai kapitalisme ini. Jaringan ini menjadi mudah saat ini, terutama dengan berkembang-luasnya gerakan anti kapitalisme belakangan ini. Di samping itu yang tak kalah pentingnya adalah mengaktifkan kembali kegiatan advokasi, yang tidak semata-mata dipandang sebagai kegiatan sekuler, melainkan kegiatan pembelaan terhadap kaum yang dianiaya. Usaha untuk ini perlu ditempuh mengingat krisis yang berpekepanjangan ini, tak lagi bisa dilihat sebagai ancaman sosial melainkan juga ancaman akan runtuhnya nilai-nilai kemanusiaan. Berangkat dari sana nampaknya, orientasi LDK yang selalu mendorong pembentukan komunitas atau masyarakat yang berakhlak mulia perlu ditambah dengan mandat, penciptaan masyarakat yang adil dan egaliter. Cita-cita ideal yang kini sedang dirusak oleh sistem Kapitalisme maupun oleh sistem globalisasi.